Gejala Diabetes pada Mata | Guesehat

Last Updated on 3 bulan by masdoni

Pada orang dengan diabetes, tubuh tidak merespons atau tidak memproduksi insulin, yaitu hormon yang mengantarkan glukosa ke sel-sel di tubuh. Glukosa yang terlalu tinggi dalam aliran darah selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan saraf yang mengalir ke seluruh tubuh.

Karena alasan ini, orang yang didiagnosis dengan diabetes harus secara rutin mlakukan kunjungan dokter mata. Sebab, gula darah tinggi dapat memengaruhi fungsi mata, yang kemudian berkembang menjadi masalah yang lebih serius, seperti katarak, glaukoma, dan retinopati.

Baca juga: Vitamin A Bantu Memperbaiki Gejala Awal Retinopati Diabetik

Penyebab Retinopati Diabetik

Tingginya kadar gula dalam darah dari waktu ke waktu dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah kecil yang memberi nutrisi pada retina, memotong suplai darahnya. Akibatnya, mata berusaha menumbuhkan pembuluh darah baru. Namun, pembuluh darah baru ini tidak berkembang dengan baik, bahkan bisa bocor dengan mudah.

Retinopati diabetik dini

Pada orang dengan retinopati diabetik dini, dinding pembuluh darah di retina melemah. Selanjutnya, ada tonjolan kecil yang keluar dari dinding pembuluh yang lebih kecil, terkadang juga cairan dan darah bocor ke retina. Pembuluh darah retina yang lebih besar kemudian mulai melebar dan diameternya menjadi tidak beraturan.

Baca Juga:  Kenapa ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan: Penyebab dan Solusinya

Retinopati diabetik dini dapat berkembang dari yang ringan hingga parah karena lebih banyak pembuluh darah tersumbat. Terkadang, kerusakan pembuluh darah retina menyebabkan penumpukan cairan di bagian tengah retina atau yang dikenal sebagai edema makula. Jika edema makula menyebabkan penurunan penglihatan, pengobatan diperlukan untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen.

Retinopati diabetik lanjut

Pada tipe ini, pembuluh darah yang rusak menutup dan mengakibatkan pertumbuhan pembuluh darah abnormal di retina. Pembuluh darah baru ini lemah dan bisa bocor ke dalam vitreous, yaitu zat bening yang mengisi bagian tengah mata.

Jaringan parut ini selanjutnya dapat mengakibatkan retina terlepas dari tempatnya. Apabila pembuluh darah baru ini mengganggu aliran cairan pada mata, ini dapat mengakibat terbentuknya tekanan di bola mata. Penumpukan ini dapat merusak saraf yang membawa gambar dari mata ke saraf optik di otak. Ini selanjutnya dapat mengakibatkan glaukoma.

Baca juga: Cek Mata Secara Berkala Cegah Retinopati Diabetik Penyebab Kebutaan

Gejala Diabetes pada Mata

Diabetes dapat memengaruhhi semua bagian tubuh, termasuk mata. Jika kamu melihat gejala ini, ada baiknya segera membuat jadwal kunjungan ke dokter mata.

1. Pandangan kabur

Jangan buru-buru membeli kacamata baru setelah pandangan menjadi lebih buram. Bisa saja, masalah ini disebabkan oleh gula darah yang tinggi. Tingginya gula darah dapat menyebabkan lensa mata membengkak, yang selanjutnya mengubah kemampuanmu untuk melihat.

Untuk mengatasi hal ini, kamu perlu mengembalikan gula darah ke kisaran normal. Mungkin perlu waktu sekitar 3 bulan untuk mengembalikan penglihatan menjadi normal sepenuhnya.

2. Perubahan penglihatan malam

Kamu mungkin baru menyadari adanya perubahan penglihatan saat beraktivitas di luar pada malam hari. Misalnya, saat mengemudi atau melihat rambu-rambu jalan. Diabetes dapat menyebabkan penglihatan malam mulai memburuk. Gejala umumnya termasuk melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu dan kesulitan membedakan objek di malam hari.

Baca Juga:  Cek Kadar Gula di Kemasan untuk Cegah Diabetes

3. Gangguan penglihatan

Gangguan penglihatan termasuk fenomena seperti aura, bintik hitam, atau “floaters” yang tampak bergerak di mata. Masalah ini terkadang juga disertai sakit kepala. Jika kamu mengalami hal ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter mata. Terkadang, gangguan seperti ini berasal dari kondisi serius seperti lubang retina atau ablasi retina.

4. Kelelahan mata kronis

Kelelahan mata dapat dialami oleh semua orang, bahkan mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan apa pun. Ini seringkali disebabkan oleh tingginya waktu yang dihabiskan untuk menatap layar komputer atau membaca teks yang terlalu kecil.

Akan tetapi, jika kelelahan mata tidak hilang segera setelah kamu mengistirahatkan mata, kamu mungkin mengalami sesuatu yang lebih serius. Dalam hal ini, penting untuk segera memeriksakan mata.

Baca juga: Dampak Blue Light pada Kesehatan Mata, Bagaimana Mencegahnya?

5. Lebih sensitif terhadap cahaya

Infeksi, lecet kornea, dan beberapa gangguan seperti meningitis dapat menyebabkan penglihatan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Jika kamu tiba-tiba merasakan kepekaan terhadap cahaya yang tidak segera hilang atau muncul kembali sesekali, kamu harus berbicara dengan profesional medis.

6. Sulit fokus

Kesulitan fokus dapat berasal dari aktivitas sehari-hari, seperti terlalu banyak melihat layar atau membaca tulisan kecil. Namun, jika kamu mengalami kesulitan untuk fokus pada objek tertentu di bidang penglihatan atau jika ada kekaburan saat mencoba untuk fokus pada satu objek, itu mungkin menandakan masalah yang lebih besar. Pada beberapa orang, kesulitan fokus hanya pada tingkat cahaya tertentu.

Jika kamu sering mengalami gangguan pada mata, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Sebab, bisa jadi masalah ini merupakan tanda dari kondisi medis tertentu, seperti diabetes.

Baca Juga:  Bimbingan Antara Diabetes Dan Kesehatan Verbal

Baca juga: Hati-hati, Penglihatan Kabur Bisa Jadi Tanda Diabetes

Sumber:

https://www.webmd.com/diabetes/diabetes-eye-problems

https://southsidemedical.net/how-can-you-tell-if-diabetes-is-affecting-your-eyes-7-signs-to-get-a-diabetic-eye-exam/ 

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-retinopathy/symptoms-causes/syc-20371611

Sumber

About Author

Assalamu'alaikum wr. wb.

Hello, how are you? Introducing us Jatilengger TV. The author, who is still a newbie, was born on August 20, 1989 in Blitar and is still living in the city of Patria.