Ada Rainbow Baby, Ada Juga Sunshine Baby. Apa Bedanya?

Last Updated on 1 bulan by masdoni


Kehadiran buah hati memang sebuah anugerah yang luar biasa. Tak heran, ada istilah indah yang diciptakan untuknya, yaitu sunshine baby. Apa ya, makna di balik panggilan itu? Yuk, baca lebih lanjut di sini.

 

Apa Itu Sunshine Baby?

Bukan tanpa alasan seorang anak disebut sebagai buah hati. Pasalnya, ia adalah buah dari kerja keras, cinta, kasih sayang, dan keinginan, yang semuanya datang dari hati. Tak berlebihan juga jika setiap orang tua menyebut si Kecil sebagai pelengkap kebahagiaan keluarga.

 

Namun dalam hidup, suka dan duka datang silih berganti. Pada satu waktu, Yang Maha Kuasa menganugerahkan buah hati sebagai sumber kebahagiaan kepada sebuah keluarga, sementara di lain waktu ada pula kehilangan yang bisa terjadi, seperti kepergian buah hati.

 

Kehilangan anak tersayang tentu akan memberikan dampak emosional yang mendalam. Dan salah satu cara orang tua memproses kesedihannya adalah dengan memberi nama dan mengkategorikan pengalamannya. Hal ini merupakan salah satu mekanisme untuk berdamai dengan duka, yaitu memberi nama yang indah untuk peristiwa kehilangan yang dialami. 

 

Dari sinilah lalu muncul istilah yang kemudian familiar dipakai, yaitu rainbow baby (bayi pelangi). Nah, ada satu istilah yang kurang dikenal tetapi juga bermakna dalam, yaitu sunshine baby (bayi matahari). Untuk memperjelas, ini bedanya antara rainbow baby dan sunshine baby:

  • Rainbow baby: Lahirnya seorang bayi setelah sepasang suami istri kehilangan buah hati akibat mengalami keguguran, bayi lahir mati (stillbirth), ataupun masalah kehamilan (kehamilan di luar rahim, kehamilan kosong, hamil anggur, dan banyak lainnya).
  • Sunshine baby: Anak yang dimiliki sepasang suami istri, kemudian mereka mengalami musibah kehilangan buah hati kedua, ketiga, atau seterusnya dengan penyebab yang serupa seperti rainbow baby. Dengan kata lain, sunshine baby adalah buah hati yang “tersisa” atau “tinggal ia yang dimiliki oleh ayah dan ibunya”.

 

Penggunaan istilah “sunshine” atau matahari, merupakan simbol optimisme dan vitalitas. Ini juga dapat mewakili harapan bagi orang tua bahwa akan selalu ada sinar cerah setelah hadirnya badai besar. Istilah sunshine baby pun bisa menjadi pengingat bahwa masih ada kegembiraan dan harapan di waktu mendatang.

 

 

 

Baca juga: Rainbow Baby, Si Kecil yang Hadir Setelah Keguguran

 

 

Tepatkah Menggunakan Istilah Ini?

Di balik makna sunshine baby yang positif dan penuh harapan, ada perasaan yang bercampur aduk. Terang saja, kehilangan buah hati, walaupun mungkin ia belum sempat dilahirkan dan ditimang, tentu tetap menyisakan duka yang besar. 

 

Proses berduka pun wajar akan Mums dan Dads rasakan, karena kehilangan sosok yang sudah diharapkan. Tak heran, walau Mums dan Dads masih memiliki sunshine baby, ada emosi duka dan negatif yang dirasakan.

 

Umumnya, para orang tua dengan sunshine baby ini, merasa bersalah karena sudah “gagal” memberikan adik kepada sang kakak, sehingga ia “terpaksa” menjadi anak tunggal. Mereka juga merasa bersalah dan seperti tak punya hak untuk mengeluh dan bersedih, karena masih memiliki seorang anak yang sehat dan lucu. Selain itu, juga merasa kaget, marah, dan kecewa karena kehilangan seseorang yang berharga.

 

Jika hal ini yang Mums rasakan, tak perlu menyangkalnya. Menerima bahwa Mums merasa marah, sedih, atau kecewa, adalah langkah pertama untuk berduka.

 

Setelah itu, ada beberapa hal yang bisa Mums lakukan untuk berdamai dengan duka, seperti:

 

 

Memang benar bahwa berbagi perasaan bisa menyakitkan. Namun tak bisa dimungkiri, berbagi perasaan juga bisa membantu, sebagai cara untuk melepaskan kesedihan dan membantu menormalkannya. 

 

 

  • Pahami bahwa kesedihan tidak linier

 

Banyak orang berpikir bahwa kesedihan itu linier. Maksudnya, umumnya orang beranggapan bahwa di hari ini mungkin Mums merasa sedih, namun esok atau bulan depan akan merasa lebih baik. Padahal nyatanya, berduka tidak berjalan seperti itu. Mums bisa saja mengalami hari-hari baik dan hari-hari buruk, dan akan menghadapi beberapa rintangan di jalan, sehingga akan bolak-balik merasa baik-baik saja atau kembali sedih. Terima dan jalani saja setiap emosi yang dirasakan. Karena Mums adalah manusia yang berhak untuk merasakan emosi, apa pun itu.

 

 

 

Baca juga: Apakah Kehamilan Kosong Bisa Dipertahankan? Ini Jawabannya

 

 

 

 

 

 

  • Nikmati waktu berkualitas dengan sunshine baby

 

Terakhir, pastikan untuk menyisihkan waktu bersama dengan sunshine baby yang masih Mums miliki. Kehadirannya memang bukan sebagai pengganti, tapi ia bisa menyembuhkan. Jangan lupa, si Kecil mungkin juga merasa kehilangan. Mums bisa mengajak si Kecil menyalurkan rasa kehilangan yang dirasakan dengan cara-cara kreatif, seperti membangun taman, menanam bunga, menciptakan sebuah karya seni, atau menulis cerita.

 

Sudah jelas, tidak ada anak mana pun yang bisa menggantikan ia yang berpulang. Namun kembali lagi, matahari tetap bersinar setelah badai menghantam. Sama seperti keberadaan si Kecil sebagai sunshine baby yang patut Mums syukuri dan hargai keberadaannya. Peluk hangat untuk semua Mums dan yakinlah bahwa Mums adalah pribadi yang kuat. You got this, Mama!

 

 

Baca juga: Keguguran pada Awal Kehamilan Dapat Memicu Gejala Stres Pasca-Trauma

 

 

Referensi:

Parents. Sunshine Baby

Healthline. Sunshine Baby





Sumber

Baca Juga:  Kegemaran Nge-Gym? Waspadai Adanya Virus Kulit Gres Mengintai

About Author

Assalamu'alaikum wr. wb.

Hello, how are you? Introducing us Jatilengger TV. The author, who is still a newbie, was born on August 20, 1989 in Blitar and is still living in the city of Patria.