Pemerintah Tetap Pertahankan Tarif Listrik Bisnis Dan Industri Republika Online

By | 14/06/2022
Pemerintah Harus Segera Beri Keringanan Tarif Listrik Ke Warga Dan Industri Bisnis Liputan6 Com

Kenaikan tarif listrik rumah tangga sebesar 2.500 VA tidak banyak berpengaruh terhadap inflasi.

PEMERINTAH TERUS MENJAGA TATA LISTRIK UNTUK PELANGGAN BISNIS DAN INDUSTRI ONLINE, JAKARTA – Pemerintah terus mempertahankan tarif listrik khusus untuk pelanggan korporasi dan industri tanpa perlu adanya perekonomian nasional untuk membantu mengatur perekonomian. Direktur PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, tarif listrik untuk pelanggan komersial dan industri tetap dipertahankan karena menjadi motor penggerak, motor penggerak dan tumpuan perekonomian Indonesia.

“Tidak ada perubahan tarif listrik untuk industri dan perdagangan, terlepas dari ukuran kapasitas terpasang. Hal ini merupakan bentuk kepedulian negara bahwa dalam hal ini perekonomian nasional ditopang oleh perekonomian dan industri tetap berfungsi dengan baik. ", kata Darmawan, Senin (13/1/622) di Jakarta.

Keputusan untuk tidak menaikkan tarif listrik untuk pelanggan komersial dan industri, serta untuk memfasilitasi pemulihan ekonomi nasional, merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menjaga inflasi tetap rendah.

Menurut Kementerian ESDM, golongan tarif listrik nonsubsidi untuk pelanggan komersial dengan produksi 6.600 VA diatas 200 kVA mencapai 697.593 pelanggan. Kelompok pelanggan industri kini telah mencapai 14.848 pelanggan dari 200 kVA menjadi lebih dari 30.000 kVA.

Pemerintah secara resmi mengumumkan pada hari ini bahwa penyesuaian tarif listrik akan diterapkan efektif 1 Juli 2022 untuk pelanggan domestik di atas 3.500 volt-ampere (VA) dan untuk pelanggan di segmen pemerintah dengan nilai dari 6.600 VA hingga lebih dari 200 kVA. . Pemerintah menilai kebijakan kenaikan iuran saat ini hanya akan berdampak inflasi sebesar 0,019 persen dan berpotensi menghemat kompensasi hingga Rp 3,1 triliun atau 4,7 persen dari total kompensasi yang dibayarkan pemerintah kepada PLN.

Pada tahun 2022, potensi keseimbangan kelistrikan diperkirakan mencapai Rp 62,82 triliun, dengan perluasan sektor industri terbesar Rp 31,95 triliun atau 50,9%, rumah tangga sebesar 18, Rp 95 triliun atau 30,2%, sektor usaha 10,84 triliun Rupee atau 17,3 persen, dan sisanya pemerintah dan dinas khusus sebesar Rs 1,08 triliun atau 1,7 persen.

Baca Juga  Bendera Merah untuk Kerja Paksa Ditemukan di Rantai Pasokan Aki Mobil China

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mendesak PLN untuk lebih meningkatkan efisiensi sehingga dapat menekan biaya utilitas atau BPP dengan meningkatkan penjualan dan konversi pembangkit berbahan bakar minyak menjadi pembangkit listrik berbahan bakar gas. . o Energi Baru Terbarukan (EBT). "Dengan turunnya PDB, begitu juga tarif, yang bisa menguntungkan masyarakat dan anggaran pemerintah di tengah tekanan global dari kenaikan harga minyak," kata Rida.

Sumber: Antara

Bab 5: Analisis Strategis SI/TI: Menentukan Potensi Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.