​Peluang Manis Bisnis Pangan Praktis Di Kanal Online UKM Indonesia UKM Indonesia

By | 08/06/2022
  • Pengarang: Sonia Fatmrani
  • 8 Juni 2022
  • Di era digital saat ini, para peminat usaha kecil menengah ditantang untuk membaca data dan menjual peluang di berbagai platform online. Bukan tanpa alasan. Selain tuntutan zaman, tren juga menunjukkan bahwa perilaku konsumen Indonesia telah berubah di masa pandemi.

    Pasalnya, menurut Katadata.co.id, pandemi memaksa lebih banyak orang untuk tetap berada di dalam rumah. Alhasil, masyarakat mengalihkan aktivitas belanjanya ke kanal belanja online dan e-commerce seperti Bukalapa, Shopee, dan Tokopedia. Alasannya berbeda-beda, namun 78,3% responden mengatakan memilih belanja online karena tidak harus bepergian. Selain itu, 76,6% dari berbagai promosi dan diskon yang terlibat menarik belanja online.

    Di sini: \ pengguna \ publik \ video \ unduhan \ kompeten-diskon-alasan-konsumen-online-belanja-oleh-worddata.png

    Ini adalah kasus di banyak bidang penjualan, termasuk industri makanan. Laporan dari Katadata dan hasil pencarian dari Google, Temasek, Bain & Company menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan perilaku belanja online selama lockout sebagai dampak dari penyebaran virus COVID-19 ke Asia Tenggara. Saat ini, pengguna internet senang dengan penggunaan permintaan makanan dan layanan pengiriman dan pembelian makanan siap saji secara online. Bukti menunjukkan bahwa kegiatan distribusi makanan meningkat sebesar 34% dan pembelian makanan sebesar 33%.

    C: \ Users \ Public \ Videos \ Downloads \ google-online-shopping-behavior-in-southeast-asia-changed-because-lockdown-by-worddata.png

    Gambar 1. Bagan pandemi Covid-19 yang menunjukkan evolusi perilaku belanja online Sumber: Katadata.co.id Databoks

    Selain itu, hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia yang membeli makanan di pasar dan menyiapkan makanan langsung dari toko kelontong. 4,84% rumah tangga tidak membeli makanan langsung dari pasar. 16,79% keluarga tidak membeli makanan siap saji di kios atau rumah makan. Sementara itu, 53,66% rumah tangga mengaku lebih sering membeli makanan di pasar dan 64,27% rumah tangga mengatakan lebih sedikit membeli makanan siap saji di kios dan restoran selama pandemi. Sebaliknya, konsumen saat ini lebih suka membeli makanan dan bahan makanan secara online.

    C: \ Users \ Public \ Videos \ Download \ pandemi-do-the-community-not-buy-items-in-the-marketplace-by-worddata.png

    Grafik 2. Pengembangan makanan dan kebiasaan makan yang disiapkan oleh LIPI. Sumber: Databoks Katadata.co.id

    Ketika Anda melihat data ini, jelas bahwa pasar makanan online tumbuh sangat cepat. Pandemi telah memaksa konsumen untuk puas berbelanja di luar rumah, dan akibatnya, pesanan makanan online menjadi lebih populer. Sebagai layanan pengiriman dan melalui aplikasi e-commerce. Di tengah kebiasaan baru ini, jajanan siap santap yang nyaman seperti rendang dan sambal kemasan mulai bermunculan di pasaran dan terus menyebar.

    Bagaimana reaksi konsumen saat membeli makanan siap saji?

    Percaya atau tidak, penjualan makanan telah merebut hati konsumen di masa pandemi. Hasil survei Nielsen Singapore Report menunjukkan bahwa 58% masyarakat Indonesia memilih untuk membeli makanan siap saji melalui aplikasi mobile online. Alasan utama? Konsumen percaya bahwa cara ini sangat menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu mengantri di restoran atau makan di luar. Responden juga senang memanfaatkan promosi atau diskon yang sering muncul di aplikasi pemesanan makanan online. Dari situ, mereka bisa menghemat biaya makan di tengah ledakan.

    Baca Juga  Bea Meterai T&C Disebut Ganggu Ekosistem Digital, Mengapa?

    Di sini: \ pengguna \ publik \ video \ unduhan \ 10-alasan-untuk-membeli-makanan-online-by-worddata.png

    Gambar 3. Alasan mengapa konsumen membeli makanan secara online. Sumber: Databoks Katadata.co.id

    Selain itu, industri convenience food memiliki sistem pembayaran yang mudah digunakan. Hal ini memungkinkan konsumen untuk berbelanja tanpa harus pergi ke ATM atau menghubungi vendor secara langsung, yang sangat penting di masa pandemi.

    Seberapa praktis peluang bisnis makanan di pasar online?

    Menariknya, ini adalah kategori produk makanan siap saji yang dapat mengambil alih pasar online pascapandemi. Hal itu terungkap dari data yang dikumpulkan dan dikirim melalui platform data Kompas Telunjuk.com. Dalam hal ini Kompas memberikan informasi data bagi UKM yang ingin berbisnis di pasar online. Metode yang digunakan adalah network scanning, yaitu memindai dua pasar terbesar yaitu Shopee dan Tokopedia. Artinya, tim Telunjuk.com secara cermat mengumpulkan dan mengumpulkan data terkait penjualan makanan dan minuman online, mulai dari data penjualan dan detail harga. Tujuannya adalah untuk menyediakan data terpenting tentang penjualan produk makanan dan minuman. Timeline mundur sebulan dan pada tahun 2021 Kompas lebih fokus pada segmen ritel makanan dan minuman.

    Salah satu area di mana data dianalisis adalah kategori penjualan makanan siap saji Shopee dan Tokopedia. Total omset dalam kategori ini mencapai 146.000 juta di kedua platform, dan jumlah transaksi bulanan mencapai 7 juta. Dari setiap kategori, kita dapat menggunakan data yang tersedia untuk menemukan produk terlaris.

    Menurut data Kompas, kategori makanan dan minuman lainnya memiliki pangsa pasar terbesar sebesar Rs 58.800 miliar. Berdasarkan data, platform Shopee memiliki pendapatan tertinggi dengan notional share 78%, yang berarti jumlah transaksi mencapai 114.000 juta. Pada kategori ini, sektor food comfort memiliki pangsa pasar terbesar. Ada tiga jenis produk comfort food yang meledak penjualannya dan disorot Kompas:

    Shopee dan Tokopedia telah melihat 39.000 transaksi dengan produk cabai, dengan total omset Rp 1,18 miliar. Peluang ibu-ibu jualan sambal terbuka di platform online. Shopee memiliki pendapatan tertinggi dalam kategori ini dengan pangsa pasar 99%. Nilai transaksinya mencapai Rp 1,1 miliar. Ada banyak peluang dalam kategori ini, tetapi ada juga banyak pesaing. Selain itu, menurut data eksklusif Kompas, produk cabai terlaris di platform ini adalah Sambal Pedas Ciamik Calamari yang memiliki omset bulanan Rs 87 crore. Dibandingkan dengan varian lain, ini mungkin yang terbaik. Seorang pedagang di Jakarta Pusat menjualnya seharga Rp 49.000 per barang.

    Ada juga sebutan Rendang yang nilai transaksi satu bulannya di bawah Sambal, yakni Rp 995 juta. Jumlah transaksi yang dilakukan dalam sebulan adalah 13.000 kali. Sekali lagi, Shopee adalah platform paling populer bagi konsumen untuk membeli makanan dalam kategori ini. Nilai transaksinya sebesar Rs 654 juta atau sekitar 65% dari total transaksi. Jadi rendang seperti apa yang dibutuhkan? Menurut data, rendang sapi buatan Mak Nyu merupakan merek rendang yang paling laris. Rendang Daging Mak Nyu dijual dalam kemasan 250 gram dengan harga Rp 80.000 per bungkus. Hal ini menegaskan bahwa jenis rendang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia masih rendang sapi.

    Baca Juga  Pelajar SMA Ini Berbisnis Online Shop Dengan Omzet Rp 1 Miliar

    Ada satu hal yang menarik dari penjualan rendang kemasan ini. Lokasi toko Rendang Mak Nyus sangat jauh dari ibu kota yaitu kota Payakumbuh di Sumatera Barat. Padahal, pembeli produk ini banyak di wilayah Jabodetabek. Dengan cara ini, penjual bisa kembali ke kelas rendang yang merupakan produk khas daerah, bahkan di pelosok. Selain itu, Payakumbuh secara tradisional dikenal sebagai salah satu penghasil rendang paling produktif di Nusantara. Lebih banyak rendang yang dibuat di kota ini, terutama rendang kemasan. Maka tak heran jika rendang payakumbuh dikenal dengan keaslian dan rasanya, meski sudah ada rendang dalam kemasannya. Hal ini menunjukkan bahwa UKM di wilayah tersebut lebih berpeluang untuk memenangkan pangsa pasar praktis dalam makanan.

    Bisa juga diartikan sebagai peluang bagi teman-teman UKM yang tinggal di luar Jabodetabek untuk gencar menjual produk-produk unggulan di daerahnya. Tampaknya orang lebih aman untuk membeli produk memasak yang dikirim dari sumbernya.

    Di sisi lain, fakta bahwa sebagian besar platform e-commerce rendang berada di Sumatera Barat membuka peluang bagi produsen rendang di seluruh Jakarta. Ya, warung daging di Jabodetabek masih sangat sedikit. Padahal, jika produksi ditingkatkan kualitasnya, berpeluang besar untuk menarik konsumen karena biaya pengiriman jauh lebih murah. Ini merupakan peluang bagi usaha kecil menengah yang ingin memulai usaha. Jabodetabe, penyedia paket rendang yang sudah ada, bisa menjadi bidang kegiatan baru.

    Produk kemasan beku

    Memanfaatkan saluran online untuk produk yang sudah dibekukan dapat sangat meningkatkan transaksi. Bahkan untuk pemula. Sebuah toko online, Eatever, adalah contoh utama dari fenomena ini. Dalam waktu kurang dari setahun, Eatever menjual 8.300 produk dengan hampir 3.000 review di Tokopedia. Eatever mulai menjual makanan beku di awal pandemi, dan ini adalah waktu yang tepat untuk mulai menjual bahan pokok. Jika daya beli di daerah lain mengalami penurunan, terlihat bahwa kebutuhan bahan pangan pokok untuk pembelian konsumen meningkat.

    Jika menurut hasil riset grup Kompas, produk-produk dalam kategori comfort food memiliki total penjualan bulanan yang relatif tinggi. Tidak bisa dikatakan jumlah transaksinya sedikit. Produk yang paling laris adalah Sambal, Rendang di tempat kedua. Teman-teman bisa menggunakan data ini sebagai panduan, apalagi jika ingin mengikuti kelas memasak praktis. Misalnya, di Shopee Anda bisa mulai menjual berbagai jenis sambal.

    Baca Juga  SEO Digital Tawarkan Solusi Mudah Bisnis Online Agar Mudah Dikenali Kontan

    Menyusul penyebaran pandemi, jumlah UKM yang beralih ke sistem online telah berkembang pesat menjadi lebih dari dua juta perusahaan. Ini adalah kabar baik, tentu saja. Model bisnis seperti itu harus dipromosikan untuk UKM. Apalagi sistemnya tidak lagi berbasis produksi, tapi berbasis pendapatan, yaitu bagaimana meningkatkan usaha kecil menengah menjadi pemenang di pasar digital.

    Meningkatkan pangsa praktis pasar makanan dan modalnya

    Seiring perkembangan, di tengah wabah, hasil data menunjukkan bahwa produk yang ada adalah produk dengan komponen utama. Akibatnya, kebiasaan belanja masyarakat juga berubah. Membeli makanan berat melalui platform e-commerce bukanlah pilihan utama. Oleh karena itu, meskipun sebagian besar model terlihat dan terencana dengan baik, upaya pemerintah untuk mempromosikan UKM di sektor pangan perlu ditingkatkan. Perkiraan pasokan bahan baku dan sistem logistik juga dapat dikembangkan lebih lanjut.

    Begitu pula dengan sistem pembayarannya. Saat ini, banyak perusahaan e-commerce yang telah bergabung dengan beberapa layanan dompet digital, seperti GoPay dan OVO. Selain itu, setiap situs e-commerce seperti Shopee sudah memiliki sistem dompet digitalnya sendiri yaitu ShopeePay. Tokopedia sekarang bekerja dengan OVO dan GoPay. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah di hadapan konsumen. Semakin sederhana sistem pembayarannya, semakin mudah berbelanja tanpa harus ke ATM atau melakukan kontak fisik. Oleh karena itu, sobat UKM harus lebih peka dan beralih ke sistem pembayaran cashless seefisien mungkin.

    Jelas bahwa kehadiran e-commerce banyak membantu UKM. Namun, tentu saja ada banyak pertanyaan. Bagaimana kita bisa meningkatkan pangsa pasar kita? Selain dukungan pemerintah, jawaban juga bisa datang dari sistem masing-masing UKM itu sendiri. Misalnya, jika Anda memiliki masalah modal, bahkan jika peluang pasar sangat tinggi. Hal ini dapat diatasi dengan menerapkan sistem yang lebih baik untuk memelihara catatan keuangan.

    Ya, UKM bisa lebih kuat jika prinsip pencatatan keuangannya juga kuat, sehingga sistem pembiayaannya juga bisa lebih baik. Peluang mendapatkan modal semakin besar jika kita memiliki sistem ranking yang handal. Kendala dalam pembiayaan UKM adalah kurangnya pencatatan dalam pengelolaan, sehingga semuanya diperhitungkan.

    Jika ada cara untuk memanfaatkan diskusi yang mendalam dan persaingan yang ketat di sektor pangan, diharapkan komunitas usaha kecil akan lebih siap. Baik dalam produksi makanan maupun dalam e-commerce dengan meningkatkan layanan penjualan. Hal ini terutama berlaku untuk teman kecil dan menengah yang sedang mengalami masa yang sangat sulit atau ingin masuk ke toko kelontong. Tentu jika melihat peluang yang cukup bagus, sayang sekali jika dilewatkan begitu saja bukan? Sudah waktunya untuk membuangnya dan melanjutkan.

    Hubungan:

    https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/06/25/shopping-food-mendominating-pengeluaran- Konsumen-pada-kuartal-i-2021

    https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/01/21/pandemi-mak-dunia-tak-beli-material-makan-di-pasar

    https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/06/03/pola-shopping-online-di-amaran-anak-muda-berubah-saat-pandemi

    https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/19/10-alasan-buying-food-yang-online

    https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/02/09/eefficient-dan-diskon-jadi-alasan-verbrauchen-jual-daring

    Ingin menyertakan produk keripik kentang Anda dalam ratusan pembelian? Gampang kok, begini caranya!

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.