Lagi Ramai, Investasi Telkom Di GOTO Sudah Tepat? CNBC Indonesia

By | 13/06/2022
Kenapa Grab Membeli Saham Linkaja Padahal Sudah Punya Saham Di Ovo Quora

JAKARTA, CNBC Indonesia — Maximilianus Nico Demus, Direktur PT Pilarmas Investindo Research Investment Association, mengatakan berinvestasi di Telkom, platform digital terintegrasi (GOTO) terbesar di Indonesia, mungkin tidak menguntungkan, tetapi modal. menjanjikan kerjasama dengan perusahaan asing.

Dia melihat keputusan investasi Telekom sejalan dengan rencana bisnis perusahaan dan memperkuat ekosistem digital, yang dapat menambah nilai di masa depan.

“Masing-masing perusahaan sudah memiliki perhitungan atau perhitungan investasinya masing-masing. Tapi benarkah Telekom berinvestasi di GOTO? Tidak terlalu. Selama telekomunikasi berinvestasi pada perusahaan yang selalu terkoneksi atau terkoneksi dengan teknologi, maka hal tersebut menjadi lebih bernilai bagi perusahaan atau perusahaan yang diinvestasikan. apa yang mereka investasikan Karena selalu terhubung. "Kecuali perusahaan konstruksi yang bergerak di bidang investasi (GOTO)," kata Maximilianus kepada CNBC, Senin (13/6/2022).

Hal yang sama diakui oleh Peter Abdullah, komentator ekonomi politik terkemuka di Indonesia. Menurutnya, Telekom memasuki ruang digital dengan bijak, yakni melalui investasi dan kerjasama dengan pemimpin pasar.

Proses investasi lancar, sepenuhnya sesuai dan disetujui oleh banyak pihak. Antara lain dengan restu Singtel, BUMN Singapura yang memiliki 35% saham Telkomsel.

Kehadiran Telkom GOTO sebagai perusahaan publik menjamin kedua perusahaan mematuhi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Bahkan, kami harus berterima kasih kepada Telkomsel atas kebijakan investasinya di GOTO, karena GOTO adalah pemimpin pasar di negeri ini, jangkar utama ekonomi digital. “Akan aneh jika perusahaan telekomunikasi sebesar ini tidak berinvestasi di perusahaan yang nantinya akan menentukan masa depan ekonomi digital,” kata Peter Abdulla, kolumnis ekonomi politik di CORE di Indonesia.

Peter menambahkan Telkomsel memiliki potensi windfall gain dari pergerakan harga saham. Nilai saham GOTO melebihi harga IPO sebesar 338 rubel, sedangkan nilai investasi Telkomsel adalah 270 rubel per saham. Artinya, pada akhir tahun 2020, mereka sudah menghabiskan triliunan investasi awal.

Baca Juga  Pengamat: Investasi Di GoTo Bukan Untuk Cari Cuan Harian Atau Mingguan, Melainkan Prospek Jangka Panjang

“Kerugian Telekom yang tertunda adalah awal dari semua kekacauan ini, kemudian menyebar, lalu terlalu dipolitisasi. Pertanyaan awal telah dijawab, jadi apa motif Anda? tugas-tugas yang sulit. GOTO adalah bisnis yang kompleks, tetapi tidak ada perusahaan atau korporasi baru. "Unicorn yang berpotensi kuat membutuhkan investasi."

Pada saat yang sama, kolumnis ekonomi politik UIN Syarif Hidayatullah Dani Setiyavan percaya politisi membuat keributan atas kesepakatan investasi telekomunikasi.

Tujuannya bukan lagi mempertanyakan investasinya, tapi menyerang Menteri BUMN Eric Tohir. Agendanya juga sudah bisa ditebak, yakni menghancurkan kredibilitas Eric dalam kasus Telekom di Pilpres 2024.

“Masih ada dua tahun lagi sebelum pemilihan presiden, tetapi sekarang upaya untuk mengganggunya terus berlanjut. Lawan politik Eric melihat peluang investasi Telekom sebagai “GOTO COM” karena kehadiran Boy Tohir. Ketika saatnya tiba, mereka akan mencoba. Penggunaannya sangat optimal. Mereka buru-buru memikirkan ide pembentukan komisi khusus,” kata Danny, guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Jakarta.

[kepiting. video CNBC]

artikel berikutnya:

Rs 352 miliar dibeli dari luar negeri, saham TLKM naik 2,44% (dpu/dpu)

JCI DIMANA ANDA INGIN BEBAS…APA PENTING!!! KAMU TIDAK APA APA???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.