Kebut Bisnis Logistik Dan Digitalisasi, Simak Strategi Dosni Roha Indonesia (ZBRA) Kontan

By | 24/06/2022
Cara Meningkatkan Bisnis Fmcg Sudah Coba Yang Mana Gits Id

Koresponden: Ridvan Nanda Mulyana | Penerbit: Noverius Laoli

Pertimbangkan strategi Dosni Roha Indonesia (ZBRA) Kontan JAKARTA untuk mengakselerasi bisnis logistik dan digitalisasi. PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA) telah menyusun strategi untuk mengakselerasi bisnis logistik dan mendigitalkan transportasi. Emiten yang sebelumnya bernama PT Zebra Nusantara Tbk ini akan memimpin transformasi bisnis hingga 2024.

Presiden dan CEO Indonesia Dosni Roha Rudy Thanosoedibjo mengatakan transformasi bisnis ZBRA yang dimulai tahun lalu mendorong kinerja keuangan perusahaan hingga tumbuh empat digit. ZBRA mencatatkan laba bersih sebesar Rp26,14 miliar di tahun 2020, naik 1.705,4% dari rekor rugi sebelumnya sebesar Rp1,63 miliar.

Penjualan konsolidasi meningkat 23.696,1% dari Rp 14,7 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 3,49 miliar di tahun 2021.

“Perubahan ini (ZBRA) merupakan lahirnya perusahaan dengan omzet sekitar Rs 10 miliar, lebih tinggi dari Rs 3,5 triliun tahun lalu. Transformasi ini akan selesai pada 2024,” kata Rudi saat presentasi publik, Jumat. (24/6). ).

Percepat bisnis logistik dan digitalisasi, lihat strategi Kontan Dosni Roha Indonesia (ZBRA) Lihat Rencana Dana Emisi Hukum Zebra Nusantara (ZBRA)

Kinerja positif ini tak lepas dari aktivitas strategis korporasi berupa konsolidasi PT Dos Ni Rohan (DNR), pemain utama dalam industri rantai pasok di Indonesia. ZBRA juga telah menjadi perusahaan induk yang menyediakan solusi rantai pasokan di dalam DNR Corporation.

DNR sendiri merupakan penyedia jasa distribusi dan logistik produk farmasi, alat kesehatan dan consumer goods untuk perdagangan offline dan online.

Hingga Juni 2022, ZBRA secara langsung mencakup 32 toko, 15 cabang, 7 gudang 4PL, 463 kota, dan 100.000 outlet di seluruh Indonesia. Pada saat yang sama, cakupan tidak langsung ZBRA 61 mencakup papan sub-distribusi terintegrasi.

Baca Juga  Uni Eropa menjatuhkan sanksi pada bos minyak Rusia Eduard Khudainatov | Rusia

Menurut Rudin, industri logistik memiliki potensi besar untuk pengembangan bisnis ZBRA ke depan. Sebagai langkah transformasi selanjutnya, ZBRA akan berekspansi ke segmen logistik eksternal dengan berfokus pada pasar swasta atau bermitra dengan negara.

Rudy menjelaskan, banyak uang yang bisa dihasilkan dari bisnis distribusi, tapi biasanya tidak besar dalam hal pendapatan bersih. Sementara itu, logistik pihak ketiga akan menghasilkan pendapatan yang lebih sedikit tetapi hasil yang lebih baik. “Kombinasi ini akan memberikan kinerja yang optimal bagi kami,” ujarnya.

Untuk mendukung strategi bisnis ini, ZBRA berencana untuk menginvestasikan Rs 300 miliar, yang sebagian besar akan digunakan untuk pembelian armada truk. ZBRA akan terus mengisi armadanya selama tahun depan dengan anggaran yang kurang lebih sama.

ZBRA tidak membagikan dividen atas pendapatan tahun lalu karena kebutuhan dana untuk ekspansi. “Dividen tidak dibayarkan karena kebutuhan pembangunan sangat tinggi. (Investasi) akan dilaksanakan pada semester kedua. Perkiraan kami tahun depan kurang lebih sama, termasuk pengambilalihan armada,” kata Rudi.

Akselerasi bisnis logistik dan digitalisasi, lihat strategi Dosni Roha Indonesia (ZBRA) KontanIncar Rs 1,39 triliun, harga rights issue Zebra Nusantara (ZBRA) Rs 812 per saham

Dengan transformasi selanjutnya, ZBRA mengembangkan pasar digital untuk sektor transportasi yang disebut D'PORT, yang telah melalui tahap soft launching. Rudy mengatakan D'PORT merupakan bagian dari strategi digitalisasi ZBRA.

D'PORT akan mempertemukan pemilik truk dan pengguna jasa. Model kerjanya akan mirip dengan Uber di transportasi umum atau Airbnb di perhotelan.

“Misalnya truk dari Jakarta ke Surabaya penuh, tapi pulang dengan tangan kosong. Aplikasi D'PORT (pemilik truk) memungkinkan pengguna jasa memuat peti kemas kosong sesuai keinginannya,” jelas Rudy.

Baca Juga  Apa yang Perlu Anda Pikirkan Sebelum Outsourcing untuk Bisnis Anda?

Dengan cara ini, kondisi popok atau beban popok truk industri dapat dikurangi. Menurut Rudin, ini akan menjadi terobosan bagi peningkatan efisiensi yang signifikan di industri logistik.

Rudy meyakini pengembangan bisnis logistik dengan pihak ketiga dan D'PORT dapat mendukung kegiatan ZBRA. Sementara itu, ZBRA belum menetapkan target ambisius untuk tahun ini.

Percepat bisnis logistik dan digitalisasi, lihat strategi Dosni Roha Indonesia (ZBRA) KontanZebra Nusantara (ZBRA) resmi berganti nama menjadi Dos Ni Roha Indonesia.

Pendapatan dan laba bersih ZBRA diharapkan tumbuh dua digit dari tinggi ke rendah. “Anda tidak bisa memperkirakan pertumbuhan perusahaan selama setahun. Kami akan beralih dari 2021 hingga akhir 2024, ”kata Rudi.

Sementara itu, ZBRA Rs mencatatkan penjualan hingga kuartal pertama tahun 2022. Laba bersih Rp793,71 miliar. 2,39 miliar

Sebelum penggabungan DNR dan anak perusahaannya, ZBRA hanya mampu menjual Rs 5,21 miliar dan laba bersih Rs 1,64 miliar dibandingkan dengan Q1 2021.

Kunjungi Google Warta untuk berita dan artikel lainnya.

MEMBERI, dapatkan cek gratis!

Dukungan Anda akan meningkatkan keinginan kami untuk membuat artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ucapan terima kasih atas perhatiannya, Anda akan mendapatkan free gift voucher yang dapat digunakan untuk berbelanja di toko KONTAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.