Ini Tiga Fokus Utama Bisnis Tiphone Mobile Indonesia (TELE) KONTAN

By | 03/06/2022
Bisnis Didukung Telkomsel Tiphone Mobile Tele Berdamai Dengan Kreditur Market Bisnis Com

Inilah tiga kegiatan utama Tiphone Mobile Indonesia (TELE) KONTAN – JAKARTA. PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) menganggap tahun 2022 sebagai tahun pertumbuhan dalam mengurangi pandemi COVID-19 dan meningkatkan perekonomian nasional. Sejumlah langkah telah diambil untuk kembali ke jalur pertumbuhan yang berkualitas.

Lily Salim, Presiden dan CEO TELE, mengatakan perusahaan akan fokus membangun kembali bisnisnya setelah mencapai kesepakatan damai dengan kreditur dan debitur untuk mengembalikan kepercayaan antara konsumen dan mitra bisnis.

“Kami akan terus mengcover tiga area sibuk dan fokus pada kinerja perusahaan tahun ini dan ke depan,” ujarnya kepada media, Selasa (31 Mei).

Inilah tiga tujuan utama Tiphone Mobile Indonesia (TELE) KONTAN.

Dia menjelaskan, tiga sumbu utama tersebut merupakan bisnis utama perseroan dan bisnis obligasi dan paket perdana yang menyumbang 90% dari penjualan. Perusahaan menjual obligasi dari operator Telkomsel.

Tujuan kedua adalah untuk mendistribusikan token listrik di zlotys ketika PT Lintas menunjuk PLN sebagai distributor eksklusif untuk penjualan rambu listrik PLN. “Kami akan menambah mitra untuk menjual token listrik untuk zlotys,” kata Lily.

Sebagai tujuan ketiga, perusahaan menganggap layanan penggantian Telkomsel secara teknis sudah usang. Dan ini dalam tahap akhir negosiasi dengan mitra. “Sudah ada beberapa calon mitra penjualan yang ingin menjadi mitra dagang TELE dan masih menunggu izin transfer dari mitra dagangnya yang akan dikirimkan ke TELE,” ujarnya.

Dia mengatakan, strategi perusahaan untuk menjawab tantangan perusahaan telah membuahkan hasil. Hal ini terlihat dari hasil keuangan triwulan I 2022 yang pendapatannya meningkat 157% dibandingkan triwulan I 2021 mencapai 744,5 miliar dan indre 289.800 juta. Pada kuartal pertama 2022, mereka berkontribusi pada penjualan obligasi senilai 743,37 juta euro, atau 99,9% dari pendapatan.

Baca Juga  Give the People What They Want (and Then Some): The Magic of Overdelivering

Seiring dengan pertumbuhan penjualan, perusahaan mencatat beban usaha sebesar 755,2 miliar euro. Sementara itu, kerugian operasional dapat ditekan menjadi Rs. Hingga akhir 2022, rugi bersih bisa ditekan menjadi Rp 20 miliar, dan hingga akhir kuartal I 2021 masih Rp 22,9 miliar.

Sedangkan pada akhir Desember 2021, aset turun menjadi 207 juta dan kewajiban lancar turun menjadi 278,6 juta menjadi 283,5 juta.

Baca lebih banyak berita dan artikel di Google Berita

Apa yang bisa dilakukan negara tetangga? 11 merek smartphone di Indonesia, beberapa internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.