Harus Paham Dulu, Investasi Harus Pakai Uang ‘Dingin’ CNBC Indonesia

By | 04/06/2022

Jakarta, CNBC, Indonesia. Berinvestasi di saham adalah salah satu yang paling populer di kalangan anak muda saat ini. Namun, penurunan di pasar obligasi lokal minggu lalu menyebabkan banyak orang mengeluh tentang kerugian besar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di bawah tekanan berat pekan lalu. Seminggu setelah berakhirnya Idul Adha, IHSG turun 8,73% menjadi 6.597,99.

Kepala Edukasi Keuangan Edukasi Keuangan Inklusi Otoritas Jasa Keuangan (OJC) Cristian Puji Rahayu mengatakan dana yang digunakan untuk investasi sebaiknya berupa cold money atau disisihkan untuk investasi.

"Pikirkan risiko tinggi, pengembalian tinggi. “Uang untuk investasi adalah cold money, yaitu uang yang disisihkan untuk investasi, bukan uang untuk operasional sehari-hari,” kata Cristian Pouji Rachaiou.

Lebih baik kuda yang malang daripada tidak ada kuda sama sekali. Lebih baik menggunakan uang tunai, yang berguna untuk investasi, terutama saham. Namun perlu diingat bahwa setiap investasi pasti mengandung risiko.

Semakin tinggi risiko investasi, semakin tinggi pengembaliannya. Untuk berinvestasi dalam saham, maka lebih baik menggunakan "dingin" atau tanpa jaminan, yaitu menggunakan uang yang sebenarnya dimaksudkan untuk investasi.

Lantas, apa saja keuntungan berinvestasi saham? Ada dua manfaat berinvestasi dalam membeli atau memiliki saham.

1. Dividen

Dividen adalah insentif yang diberikan oleh suatu perusahaan yang timbul dari keuntungan atau keuntungan yang diperoleh perusahaan. Dividen dibayarkan setelah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham.

Jika seorang investor ingin menerima dividen, ia harus memegang saham tersebut untuk jangka waktu yang relatif lama, yaitu sampai saham tersebut jatuh tempo selama periode di mana ia diakui sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Dividen yang dibayarkan oleh suatu perusahaan dapat berupa dividen tunai. Ini berarti bahwa setiap pemegang saham menerima sejumlah dividen tunai dalam rupiah untuk setiap saham. Selain itu juga dapat memiliki dividen saham, artinya setiap pemegang saham menerima sejumlah saham sebagai dividen, sehingga jumlah saham yang dimiliki investor meningkat seiring dengan pembagian dividen.

Baca Juga  'Tsunami' Resesi Mengancam, Investasi Apa Yang Tetap Cuan? CNBC Indonesia

2. Keuntungan modal

Capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual. Keuntungan modal timbul dari perdagangan di pasar sekunder.

Misalnya, seorang investor membeli saham ABC dengan harga Rs 1.000 per saham dan kemudian menjualnya dengan harga Rs 1.500 per saham, yang berarti bahwa investor menerima keuntungan modal sebesar Rs 500 per saham yang dijual.

Berikut tips investasi Yusuf Hamka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.