Hati-hati, ini gejala khas diabetes pada wanita

Diabetes adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Namun, penyakit kronis ini bisa terlihat dan terasa berbeda bila dialami wanita. Apa saja ciri-ciri diabetes pada wanita? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Mengenali Gejala Diabetes pada Wanita

Sebelum menjelaskan efek diabetes pada wanita, perlu diketahui bahwa diabetes dapat meningkat Risiko penyakit jantung 4 kali lipat pada wanita Sedangkan pada pria risikonya lebih rendah yaitu hanya 2 kali lipat.

Selain itu, wanita juga memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit terkait komplikasi diabetes, antara lain kebutaan, penyakit ginjal, dan depresi.

Umumnya penderita diabetes akan mengalami gejala seperti sering buang air kecil, sering haus dan lapar, serta penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Namun, ada beberapa gejala khusus yang hanya dialami oleh wanita. Beberapa gejala ini meliputi:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Wanita dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi terkena ISK. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil, rasa panas saat buang air kecil, mengi, dan kencing berdarah.

Ini karena kadar glukosa yang tinggi pada wanita penderita diabetes. Kelebihan glukosa akan mengurangi jumlah antibiotik alami dalam tubuh, yaitu peptida antimikroba yang berperan penting dalam mencegah infeksi.

Wanita yang telah mengalami menopause biasanya memiliki kadar estrogen tubuh yang rendah. Kondisi ini akan meningkatkan risiko ISK.

Cara terbaik untuk mencegah infeksi saluran kemih pada wanita penderita diabetes adalah dengan menjaga kebersihan, terutama di area genital dan menjaga gula darah dalam kisaran normal.

Selain itu, Anda disarankan untuk tetap terhidrasi untuk mengurangi jumlah bakteri dalam urine dan sebaiknya menghindari sembelit dengan mengonsumsi makanan berserat dan air putih yang cukup.

Baca Juga:  Mengidap Diabetes Sebelum Usia 40, Apa Penyebabnya?

2. Infeksi Jamur Vagina

Jamur memang hidup di dalam tubuh manusia secara alami. Namun, infeksi jamur dapat terjadi jika jamur tumbuh terlalu banyak. Seseorang dengan gelar glukosa memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi jamur.

Glukosa dapat menekan jumlah protein imun dalam tubuh, yaitu defensin beta manusia. Ketika jumlahnya berkurang, sel-sel kekebalan juga akan bergerak lebih lambat menuju infeksi, dan akhirnya lebih lambat untuk membunuh mikroorganisme penyebab infeksi.

Selain itu, glukosa merupakan makanan favorit jamur sehingga lebih banyak patogen yang menempel pada sel, termasuk area vagina.

Gejala yang mungkin dialami oleh wanita dengan infeksi jamur meliputi: keluarnya cairan seperti keju, nyeri pada vagina, bau vagina yang tidak sedap, dan nyeri saat buang air kecil.

3. Vagina kering

Jika Anda sering mengalami vagina kering, sepertinya Anda perlu waspada. Pasalnya, kondisi ini sering terjadi pada pasien diabetes.

Kadar glukosa yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah vagina. Kondisi ini dapat menyebabkan lubrikasi berkurang dan akhirnya vagina menjadi lebih kering.

Apalagi kondisi ini juga bisa menyebabkan hal itu terjadi penurunan libido. Vagina yang kering membuat aktivitas seksual lebih menyakitkan. Berkurangnya aliran darah dan kerusakan saraf juga dapat menyebabkan Anda merasa kurang terstimulasi.

4. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS adalah masalah hormonal yang dapat menyebabkan beberapa kondisi seperti menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan.

Wanita dengan PCOS biasanya memiliki resistensi insulin. Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif, yang kemudian meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Jumlah insulin yang tinggi dapat menyebabkan ovarium memproduksi testosteron berlebih yang pada akhirnya mengganggu ovulasi.

Baca Juga:  Diabetes - Gejala, Penyebab Dan Mengobati

Beberapa gejala lain yang mungkin dialami oleh wanita pengidap PCOS antara lain: penambahan berat badan, pertumbuhan rambut berlebihan, rambut rontok, dan jerawat.

Dengan baikItulah beberapa gejala diabetes pada wanita yang penting untuk Anda ketahui. Jika Anda mengalami gejala di atas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

About Author

Assalamu'alaikum wr. wb.

Hello, how are you? Introducing us Jatilengger TV. The author, who is still a newbie, was born on August 20, 1989 in Blitar and is still living in the city of Patria.