Apindo Jatim Dorong Munculnya Inkubator Bisnis Di Gresik ANTARA

By | 16/06/2022
I1stmurlzhspvm

Gresik (ANTARA) – Asosiasi Pengusaha Purbakala Jawa Indonesia (Apindon) menggalakkan pendirian inkubator bisnis di Kabupaten Gresik sebagai upaya bisnis untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan yang dapat berdampak positif bagi perekonomian daerah.

Pada Rabu, Eddie Viganarko, Ketua DPP Apindo Jawa Timur di Yunani, mengatakan inkubator bisnis akan memberikan arahan dan mempercepat rencana pengembangan bisnis melalui kombinasi proyek permodalan dan dukungan mitra.

"Mereka sudah mendirikan inkubator di Bali, Bandung dan Yogyakarta dan mereka sukses. Saya berharap Yunani bisa mengikuti jejak ketiga provinsi ini. Ini salah satu proyek yang kami harapkan untuk membangun inkubator di Java Archelian," kata Eden Yunani. Dalam sebuah pernyataan, sebuah simposium diadakan untuk "meningkatkan peran pengusaha dan ekonomi dan mengurangi kemiskinan setelah penyebaran epidemi."

Eddie menyadari bahwa runtuhnya teknologi digital sudah dekat; Itu mengubah ekonomi global, dan salah satunya adalah penggantian tenaga manusia dengan robot.

“Saat ini Apindon dan Kadin Ghatim memiliki program tertulis di bidang pendidikan vokasi. Pelatihan ini didukung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk meningkatkan daya saing industri,” ujarnya.

Pendidikan berbasis sertifikasi internasional dan keterampilan individu menjadi prioritas, serta penggunaan teknologi digital, adaptasi proses bisnis dan perluasan jaringan dalam program dukungan pendidikan.

“SDM berbasis pendidikan didorong oleh keterampilan sosial, keterampilan proses, keterampilan sistem, dan keterampilan kognitif. Empat di antaranya merupakan pilar pendidikan untuk mendorong industri memasuki era digital 4.0,” ujarnya.

Eden mengatakan, ini merupakan seruan Abendo agar Jatim bisa memperbaiki perekonomiannya di semester II ini, dan salah satu kendalanya adalah ketergantungannya pada bahan baku industri impor.

“Kita tidak ingin seperti Sri Lanka yang tidak bisa membayar utangnya akibat resesi global. Indonesia kaya sumber daya alam, tinggal meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya,” kata Edin.

Baca Juga  Tarif dan Ketentuan Pinjaman Komersial: Apa yang Diharapkan

Sementara itu, Adik Dvi Putranto, Presiden Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, mengakui Era Industri 4.0 yang merepresentasikan percepatan komunikasi, informasi dan akses masih mengandung risiko.

Ia menambahkan, Kaden akan terus membantu pemerintah sebagai wadah bagi seluruh pengusaha, salah satunya dengan membangun pendidikan vokasi yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan industri.

“Kami berharap pendidikan vokasi memiliki potensi untuk menjadikan siswa menjadi karyawan yang efektif,” ujarnya.

Jurnalis: Malik Ibrahim, editor. Masukkan M. AstroCopyright © ANTARA 2022:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.