Angin Duduk = Sindrom Jantung Koroner Akut

Last Updated on 4 bulan by masdoni

Banyak diantara kita yang sudah mengenal
ungkapan ini, tetapi banyak juga yang belum tahu
jenis penyakit apakah angin duduk ini.
Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung
Koroner Akut Hanya dalam 15 menit sampai
30 menit, orang yang terjangkit angin duduk
bisa meninggal. Padahal, penderita,
sebelumnya terlihat sehat-sehat saja.
Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir
berhasil mengidentifikasi ungkapan baru
penyakit jantung yang bersahabat disebut angin
duduk. Ternyata, penyakit ini tak sekedar
masuk angin berat, tetapi identik dengan
sindrom serangan jantung koroner akut
(SSJKA). Teridentifikasinya ungkapan ini,
berdasarkan Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit
Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD,
di Jakarta, pekan kemudian. Menandai suatu
koreksi besar kepada mitos yang
meningkat di masyarakat selama ini.
Bahwa masuk angin andal itu yakni
penyakit yang berbahaya, bahkan bisa
memunculkan kematian hanya dalam waktu
15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.
Makara kata Teguh lagi, jikalau Anda tiba-datang
merasa nyeri dada, semestinya tidak
melaksanakan acara fisik apapun tergolong
bekerjasama seks.
Segeralah pergi ke rumah sakit yang
menyediakan fasilitas penanganan gawat
darurat jantung. Ingat. Tidak boleh lebih dari
15 menit sehabis serangan nyeri pertama.
Sindrom serangan jantung koroner akut
merupakan penemuan modern selesai kurun ini
pada bidang penyakit jantung. Anehnya,
gejala penyakit ini banyak disikapi
penduduk dengan langkah-langkah yang salah.
Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman
air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk
mengeluarkan angin. Padahal, penderita mampu
meninggal mendadak tanpa ada gejala
sakit
Gejalanya:
Muncul unek-unek nyeri ditengah dada, menyerupai :
– Ditekan
– Diremas-remas, menjalar ke leher, lengan
kiri dan kanan, serta ulu hati.
– Rasa terbakar dengan sesak napas dan
keringat acuh taacuh.
Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua
rahang gigi kanan atau kiri, pundak, serta
punggung. Lebih spesifik, ada juga yang
diikuti kembung pada ulu hati mirip masuk
angin atau maag.
Sumber persoalan sebenarnya terletak
pada penyempitan pembuluh darah jantung
(vasokonstriksi) . Penyempitan ini
diakibatkan oleh empat hal:
– Pertama, adanya timbunan-lemak
(aterosklerosis) dalam pembuluh darah
akibat konsumsi
kolesterol tinggi.
– Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku
darah (trombus);
– Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan
pembuluh.darah tanggapan kejang yang terus
menerus.
– Keempat, bengkak pada pembuluh darah.
Penyempitan itu, lanjutnya lagi,
menjadikan berkurangnya oksigen yang
masuk ke dalam jantung. Ketidak-
seimbangan pasokan dengan keperluan
oksigen pada tubuh menimbulkan nyeri
dada yang dalam perumpamaan
medisnya disebut angina.
Namun kata Teguh, hendaknya dibedakan
antara keluhan nyeri pada sindrom serangan
jantung koroner akut (SSJKA) dengan
serangan jantung koroner (SJK) (infark
miokard). Pada SJK, angina terjadi balasan
sumbatan total pembuluh darah jantung
alasannya kegiatan fisik yang berlebihan.
Sementara pada SSJKA angina terjadi jawaban
sumbatan tidak total yang dinikmati dikala
istirahat. SSJKA ini memang secara tiba-tiba.
Bukan alasannya adalah kecapekan, masuk angin, atau
penyakit-penyakit yang lain. Biasanya
penderita akan meninggal paling lama lima
belas menit setelah keluhan rasa nyeri
pertama kali dirasakan. kata Teguh.
Masyarakat diminta berhati-hati terhadap
ganjalan angina ini. Soalnya penderita
sebelum terjangkit akan tampak sehat-sehat.
Solusi satu-satunya hanyalah
melonggarkan sumbatan yang terjadi, yakni
dengan menawarkan obat anti platelet (sel
pembeku darah) dan anti koagulan. Atau,
obat untuk mengantisipasi ketidak-
seimbangan supplai oksigen dan keperluan
oksigen. Misalnya nitat, betabloker, dan
kalsium antagonis. Di tempat terpisah. Ahli
jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso
Karo-Karo MPH:, SpJp mengungkapkan
keadaan rumah sakit di Indonesia
tidak terlampau bisa diharapkan untuk
pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan
lambat menangani pasien. Untuk itu ia
menyarankan supaya penderita yang sudah
tahu bahwa dirinya mempunyai gangguan
jantung sebaiknya menjinjing tablet
antiplatelet ke manapun ia pergi.
Obat antiplatelet yang termurah dan
gampang di cari yaitu aspirin. Obat ini selain
bermanfaat sebagai perlindungan pertama
menangani nyeri dan melonggarkan kembali
pembuluh darah yang tersumbat oleh
thrombosit atau platelet (sel pembeku
darah).
supaya berfaedah.

Baca Juga:  Gejala serangan jantung pada wanita

About Author

Assalamu'alaikum wr. wb.

Hello, how are you? Introducing us Jatilengger TV. The author, who is still a newbie, was born on August 20, 1989 in Blitar and is still living in the city of Patria.